Apa saja 3 tanda utama autisme pada anak?

Apa saja 3 tanda utama autisme pada anak?
Apa saja 3 tanda utama autisme pada anak?

Menurut Masyarakat Autis Nasional, “Autisme adalah kelainan perkembangan seumur hidup yang mempengaruhi cara orang berkomunikasi dan berinteraksi dengan dunia. Satu dari 100 orang termasuk dalam spektrum autisme dan terdapat sekitar 700.000 orang dewasa dan anak-anak autis di Inggris.”

Bisa jadi guru anak Anda telah menghubungi Anda mengenai anak Anda yang menunjukkan tanda-tanda autisme atau mungkin Anda punya kecurigaan sendiri. Apapun masalahnya, jika Anda mencurigai anak Anda memiliki tanda-tanda autisme, Anda harus berbicara dengan profesional kesehatan seperti dokter umum atau Pengunjung Kesehatan anak Anda sehingga dapat diambil langkah-langkah untuk menilai anak Anda dan memastikan bahwa mereka memiliki akses terhadap dukungan yang tepat.

Tip utama – sebelum berbicara dengan ahli kesehatan, catat semua tanda autisme yang Anda perhatikan dan pertanyaan apa pun yang mungkin Anda miliki. Ini akan memastikan Anda tidak melupakan apa pun. 

Jalan menuju diagnosis terkadang membutuhkan waktu, tetapi penting untuk diingat bahwa diagnosis tidak mengubah anak yang Anda sayangi. Diagnosis dapat membantu orang untuk memahami perilaku anak Anda dengan lebih baik dan memastikan bahwa mereka menerima dukungan yang tepat di sekolah dan Anda juga menerima dukungan di rumah.

Tanda-tanda Autisme pada Anak

Kesulitan Komunikasi dan Interaksi

Anak autis bisa mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang lain. Autisme adalah gangguan spektrum dan oleh karena itu tingkat kesulitan komunikasi bisa sangat bervariasi. Beberapa tandanya antara lain:

  • Bersikap non-verbal, terbatas dalam berbicara, atau kehilangan kata-kata
  • Pidato berulang – juga dikenal sebagai ‘echolalia’
  • Merasa sulit untuk melakukan kontak mata
  • Mengartikan sesuatu secara harfiah
  • Tidak mencari kenyamanan pada orang lain dan sulit menjalin persahabatan
  • Tampaknya tidak peka
  • Tampak berperilaku dengan cara yang tidak pantas secara sosial

Kesulitan Pemrosesan Sensorik

Anak autis mungkin mengalami kesulitan dalam pemrosesan sensorik. Mereka bisa menjadi terlalu sensitif atau kurang sensitif terhadap hal-hal berikut

  • Bau
  • Selera
  • Sentuhan dan tekstur
  • Lampu
  • Warna
  • Suhu
  • Nyeri

Terkadang hal ini tidak konsisten dan tidak dapat diprediksi. Ini juga bisa membuat semua orang yang terlibat menjadi sangat frustrasi dan sangat stres.

Masalah sensorik dapat membuat lingkungan tertentu menjadi sangat sulit bagi anak autis. Misalnya, mereka mungkin menganggap ruang kelas terlalu berisik. Hal ini juga dapat membuat beberapa hal menjadi sangat berbahaya. Jika Anda memiliki anak dengan ambang rasa sakit yang tinggi namun tidak memiliki kesadaran akan bahaya, hal ini dapat menjadi hal yang menakutkan.

Kesulitan sensorik ini dapat mengarah pada apa yang disebut sebagai ‘meltdown’ atau ‘shutdown’ autis. Ini terjadi ketika ada sesuatu yang membuat anak kewalahan. Saat krisis terjadi, seorang anak akan kehilangan kendali atas perilakunya dan mungkin akan berteriak, menangis, dan mengamuk. Sedangkan pada saat shutdown, anak autis menjadi lebih pasif dan pendiam.

Perilaku Membatasi dan Berulang

Perilaku yang membatasi dan berulang juga merupakan tanda umum autisme. Misalnya:

Perilaku membatasi

  • Resistensi terhadap perubahan
  • Kurangnya minat atau minat berlebihan pada topik tertentu

Perilaku berulang

  • Gerakan berulang, seperti mengayun ke depan dan ke belakang, mengepakkan tangan, dan memutar.
  • Menatap lampu.
  • Mengulangi objek tertentu, misalnya menekan tombol, memutar sesuatu, atau membuka dan menutup laci/pintu.
  • Menonton acara TV yang sama berulang kali.
  • Menjajarkan objek.
  • Kebutuhan akan rutinitas.

Seringkali anak autis menggunakan perilaku yang membatasi dan berulang-ulang sebagai cara mengatur diri dan tetap tenang ketika mereka merasa stres. ‘Stimming’ (merangsang perilaku) juga bisa menyenangkan bagi mereka.

Kami harap blog ini bermanfaat bagi Anda. Cobalah untuk mengingat – “autisme itu seperti pelangi. Ia memiliki sisi terang dan sisi gelap. Namun setiap warna itu penting dan indah.” – Rosie Tennant Doran.